Cultural Event: Saraswati Day

This May 20th, the Balinese will be celebrating Saraswati Day, one of the most important religious celebrations in the Balinese calendar.

This May 20th, the Balinese will be celebrating Saraswati Day, one of the most important religious celebrations in the Balinese calendar, with many ceremonies held throughout the day and all over the island.
Saraswati Day is a celebration of knowledge and is named after the Goddess Saraswati who is the symbol of knowledge, arts, wisdom and learning. On this day, offerings and prayers are presented in temples, homes, schools, and offices as well as books and sacred texts, which are regarded as sources of knowledge. Held once every 210 days, ceremonies are usually conducted in the morning as the Goddess is believed to return to Heaven in the afternoon.
The day after Saraswati is Banyu Pinaruh, a day dedicated to cleansing. On this day, the Balinese will head towards the sea, sacred waterfalls or river to cleanse themselves and offer prayers to the Goddess before returning to their family homes to prepare and enjoy a family feast.

Pada tanggal 20 Mei ini, masyarakat Bali akan merayakan Hari Saraswati, salah satu perayaan keagamaan terpenting dalam kalender Bali, dengan banyak upacara yang diadakan sepanjang hari.
Hari Saraswati adalah perayaan pengetahuan dan dinamai Dewi Saraswati yang merupakan simbol pengetahuan, seni, kebijaksanaan, dan pembelajaran. Pada hari ini, persembahan dan doa disajikan di Pura, rumah, sekolah, dan kantor serta buku dan teks suci yang dianggap sebagai sumber pengetahuan. Diadakan setiap 210 hari sekali, upacara biasanya dilakukan pada pagi hari karena Dewi diyakini akan kembali ke Surga pada sore hari.
Sehari setelah Saraswati adalah Banyu Pinaruh, hari yang didedikasikan untuk pembersihan. Pada hari ini, orang Bali akan menuju ke laut ataupun sumber air lainnya untuk membersihkan diri dan berdoa kepada Dewi sebelum kembali ke rumah keluarga mereka untuk mempersiapkan dan menikmati hidangan bersama keluarga.



